Long-Distance Relationship? AAARRRRGGGHHHHHH!!!!! Pertama-tama kalo mendengar kata-kata itu pas mau menjalani hubungan, damn, males banget. Ga usah beda negara, beda kota aja males banget. Pertama-tama, alasan yang sesuai sama keadaan itu, kita ga bisa ketemuan sama pacar kita sesering kalo kita bareng di sebuah kota, ga bisa setiap saat ketemu kalo lagi kangen-kangennya. “Cintaku berat diongkos”, kata pepatah, bener banget. Kalo masih dalam lingkup satu daerah, seenggaknya kita ga mikirin beli tiket pesawat, atau ngumpulin uang lebih buat mengunjungi pacar kita di daerah tetangga, pulsa ga perlu membengkak karena interlokal atau internasional, ga perlu mengalami ‘kebengkakkan mata’ dikarenakan menangis semalaman saking kangennya. Dan gw juga tipe orang yang ga bisa jauh dari orang yang gw sayang.
But, suddenly, damn, gw kemakan omongan sendiri. Sebelumnya, setelah melihat salah satu sahabat gw LD sama pacarnya yang ada di negeri Paman Sam, gw bilang, gw ga mau LD. Capek, apa lagi kalo lagi kangen, blum lagi perbedaan waktu yang jauh, dimana seharusnya kita beraktifitas, pacar kita udah waktunya tidur, dan sebaliknya. Trus, pada awal-awalnya mereka pacaran, sahabat gw sampe nangis-nangis saking kangennya dan sempet beberapa kali meragukan hubungan mereka. Cari-cari kartu telepon internasional, sampe gonta-ganti kartu seluler demi mendapatkan promo untuk telepon internasional. Eh, sekarang, pada akhirnya, gw juga ngerasain hal yang sama.
Sedikit cerita, pacar gw ini adalah temen TK dan SD gw, dulu, pas masih TK, kita deket banget, keluarga kita deket juga. Sampai di jenjang SD, kita udah ga pernah main lagi, karena SD makin banyak temen, dan terpisah dari SMP hingga sekarang. Suatu hari, saat gw lagi browsing-browsing di salah satu situs pertemanan, gw menemukan dia (babe, I found you first), trus kita mulai kirim-kiriman message, trus bertukar id untuk instant-messaging, tukeran no telp, dan akhirnya kita saling jatuh cinta dalam waktu yang singkat dan proses yang ajaib. Bayangin aja, temen yang udah terpisah sekitar 15 tahunan, ketemu dan akhirnya jadian. Orang tua kita yang selanjutnya kita kasih tau, tiba-tiba aja langsung merestui hubungan kita. Kalo ini yang namanya cinta, bener-bener ga ketebak adanya dimana, kapan datangnya, sama siapanya, bagaimana prosesnya. Kalo ini yang namanya jodoh, berarti mungkin dari kecil kita udah dipertemukan, dan terpisah untuk mempersiapkan diri kita masing-masing setelah kita dewasa dan mengerti apa rasanya jatuh cinta, menyayangi seseorang, dan benar-benar peduli sama orang itu.
Miracle happens, but this one is trully miracle for me. Beberapa waktu sebelumnya, gw sempet drop karena patah hati oleh orang yang bener-bener gw sayang, sampe gw bela-belain dia selama lebih dari 2 tahun, dan ternyata setelah putus, dia bener-bener berubah jadi orang yang paling gw benci karena kelakuannya dan pemikirannya. Berkali-kali mencoba hubungan yang baru, ternyata semuanya ga berhasil sesuai dengan yang gw harapkan. Akhirnya, tanpa ada rencana apa-apa, gw jatuh cinta sama orang yang belum gw tau seperti apa bentuknya sekarang. And I trully loves him. Mungkin lo berpikir kalo ini cuma emosi sesaat ketika gw lagi down, tiba-tiba ada seseorang yang dateng, dan kemudian jatuh cinta. Well, he saved me from the broken-hearted. At least, sama dia gw ga perlu nangis bombay, karena gw ga perlu kehadiran nyatanya dia dideket gw, tapi gw tau kalo dia selalu ada buat gw.
LD melibatkan semua aspek terkecuali fisik. Emosi disini benar-benar bermain, kenapa? Karena kita ga ngerasain kehadirannya dideket kita. Kayak kemarin pas dia ga ada kabar, kalo pacar gw di Jakarta, gw bisa ngamuk-ngamuk karena seharian ga ada kabar, tapi sekarang, gw mau marah mikir juga. Udah jauh, jangan ditambahin masalah-masalah sepele yang bisa berakibat pertengkaran. Yang lo mau cuma nunjukkin rasa sayang lo ke dia, ga ada yang lain. Yang lo mau cuma nunjukkin betapa lo care sama dia, even thou’ you are not with him/her. All you want to do is to love him. That’s it. Dan setelah semua rintangan bisa dihadapi saat lo ber-Long-Distanced-ria, kayaknya semua hal di dunia ini ga ada yang bisa misahin lo. Quite cheesy, but that’s the way it is, you have sacrifice a lot for this kind of relationship, and when you already back together, there’s nothing could ever separate you apart.
Gw masih menjalani hubungan ini, tapi udah tau mau dibawa kemana. Komitmen kita udah jelas, dan sekarang tinggal waktu dan emosi yang berbicara.